Oyster

Oyster

Oyster is a saltwater shellfish belonging to the family of bivalve mollusks. Although indigenous to many parts of the world, oysters are now farmed to avoid depletion and to minimize their contamination from polluted water. East Coast and West Coast varieties are available in the United States. In oyster cultivation, small seed oysters are first attached to a stationary support. As they grow in size they are transferred to beds, where their growth can be supervised. Traditionally it was recommended that oysters and clams be harvested only in months containing an “r” (September through April) to avoid contamination by blooms of “red tide” microorganisms. These organisms produce a toxin that accumulates in oysters and mussels and can cause food poisoning. State health departments monitor shellfish and may restrict harvest in other months. A marine bacterium, Vibrio vulnificus, can infect warm, brackish waters and infest shellfish such as oysters. The bacterium can cause blood poisoning in individuals with a weakened immune system.

Fresh oysters are traditionally eaten raw with lemon juice or sauce. However, the consumption of raw or partially and cooked shellfish substantially increases the risk of food poisoning and of diseases transmitted by sewage, such as hepatitis A and Norwalk virus. Cooked oysters are far safer. They can be poached, browned, cooked on skewers, or used in soups and sauces. Oysters canned in oil contain more calories than fresh oysters. Oysters are an excellent source of ZINC, though different varieties contain differing amounts. One oyster, cooked (100 g), provides 90 calories; protein, 5 g; carbohydrate, 5 g; fat, 5 g; cholesterol, 35 mg; calcium, 49 mg; iron, 3 mg; zinc, 9 mg; thiamin, 0.15 mg; riboflavin, 0.29 mg; niacin, 2.1 mg.

Terjemahan:

Oyster adalah kerang air asin yang termasuk dalam keluarga moluska. Meskipun terdapat di berbagai belahan dunia, tiram kini terbentuk untuk menghindari deplesi dan untuk meminimalkan kontaminasi mereka dari air yang tercemar. Varietas berasal dari Pantai Timur dan Pantai Barat tersedia di Amerika Serikat. Dalam budidaya tiram, biji tiram kecil dulu melekat pada stasioner. Ketika mereka tumbuh dalam ukuran sedang, mereka dipindahkan ke tempat bernama tempat tidur, dimana pertumbuhan mereka dapat diawasi. Secara tradisional dianjurkan bahwa tiram dan kerang dipanen hanya dalam beberapa bulan mengandung r” (September sampai April) untuk menghindari kontaminasi oleh mekar dari mikroorganisme red tide”. Organisme ini menghasilkan racun yang terakumulasi di tiram dan kerang yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Departemen kesehatan negara memantau kerang dan dapat membatasi panen di bulan-bulan lainnya. Sebuah bakteri laut, Vibrio vulnificus, dapat menginfeksi, perairan payau hangat dan menduduki kerang seperti tiram. Bakteri dapat menyebabkan keracunan darah pada individu pada sistem kekebalan yang lemah.

Tiram segar secara tradisional dimakan mentah dengan jus lemon atau saus. Namun, konsumsi kerang mentah atau sebagian dan dimasak secara substansial meningkatkan risiko keracunan makanan dan penyakit yang ditularkan oleh limbah, seperti hepatitis A dan virus Norwalk. Tiram dimasak jauh lebih aman. Mereka dapat direbus, menggoreng sampai garing, dimasak di tusuk sate, atau digunakan dalam sup dan saus. Tiram kalengan dalam minyak mengandung lebih banyak kalori daripada tiram segar. Tiram merupakan sumber yang sangat baik dari seng, meskipun varietas yang berbeda mengandung jumlah yang berbeda. Satu tiram, dimasak (100 g), memberikan 90 kalori; protein, 5 g; karbohidrat, 5 g; lemak, 5 g; kolesterol, 35 mg; kalsium, 49 mg; besi, 3 mg; seng, 9 mg; thiamin, 0,15 mg; riboflavin, 0.29 mg; niacin, 2,1 mg.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s